Playing real money baccarat_Online gambling games_Indonesia

  • 时间:
  • 浏览:0

Football betting rulesmisalFootball betting rulesnya, tFootFootball betting rulesball betting ruleseman kita lagi cerita kalau dia lagi dekat sama seseorang yang asalnya dari Padang. Terus tiba-tiba teman lain nimbrung dan bilang “Ih jangan mau, Padang kan pelit. Repot loh ntar kalau udah berkeluarga”. Atau pas kamu buka medsos terus ada aja yang nyinyir kalau public figure A dan B nggak cocok buat pacaran karena statusnya beda atau usianya terpaut jauh. Ujung-ujungnya dibilang gold digger. Kita yang tadinya nggak mikir ke situ, eh jadi kepikiran juga. Terus malah membuat kita sering membandingkan diri sama pasangan. Inilah akar penyebab kenapa kita bilang dunia kok buruk banget…

Pas ngumpul sama temen kantor atau buka medsos, pasti ada aja orang yang suka ngebandingin satu sama lain. Entah temannya atau public figure atau siapalah itu. Topik kayak gini sering muncul karena warga +62 suka banget bersikap stereotip. Banding-bandingin orang, khususnya pasangan, lewat ras lah, status lah, sampai kadang usia.

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Hal-hal kayak gitu bikin kita jadi takut untuk mencintai + menyayangi seseorang dan berpikir “dunia ini kok begini banget ya?”. Kalau kamu udah di tahap berpikir begitu, coba camkan dalam diri kamu kalau dunia itu nggak seburuk pikiranmu. Caranya adalah dengan pelan-pelan bisa mengubah perspektif itu dan nggak terhasut omongan serupa. Memang nggak semudah itu, tapi kamu pasti bisa kok. Kalau kamu sudah membandingkan diri dan selalu merasa kurang, coba lah berpikir terbuka alias open minded. Ingat bahwa setiap orang punya keunikannya masing-masing. Coba aja ingat perjuangan orang terkenal yang bisa menyingkirkan stereotip. Nggak usah jauh-jauh, liat aja Obama yang berhasil menjadi presiden AS padahal ia termasuk kaum minoritas.

Ketika kamu menemukan omongan stereotip di kalangan teman-teman, kamu bisa menyangkalnya dengan baik. Ingat, nggak usah ngegas ya! Ya biar meyakinkan kasih aja contoh-contoh cerita pasangan yang beda ras atau beda usia dan mereka memang bersatu karena benar-benar mencintai. Secara nggak langsung, kamu menyebarkan semangat menyingkirkan stereotip di circle kamu loh! Nggak bakal deh terhasut sama omongan seputar stereotip. Nih Hipwee kasih saran, mending pas ngumpul-ngumpul ngomongin hal yang berbobot aja. Nggak usah yang terlalu berat, sharing aja soal series yang lagi kamu tonton atau diskusi santai tentang apa yang lagi happening di negara ini~ hehe

Article Tagging - Hipwee

Penulis

Apalagi ada Close Up yang bisa bikin segar nafas kamu selama 12 jam. Para ahli penelitian di Rotterdam yang bekerja sama dengan University of York mengungkapkan menyikat gigi dengan Close Up terbukti membuatmu semakin percaya diri dan menarik. Plus memberikan dampak positif juga bagi tiap orang, termasuk persepsi diri dan apresiasi dari orang sekitar. Masa sih mau mundur buat mencintai si dia? Yuk, #SpeakUpYourLove!

Ya kalau dipikir-pikir, nggak heran juga sih~ Hal tersebut kerap terlintas di kepala karena kita telah dijejali oleh banyak stereotip, baik di kehidupan nyata maupun di media sosial. Susah memang kalau hidup terkungkung dengan stereotip tersebut. Yuk, stop berpikir berlebihan dan membandingkan diri. Camkan dalam hati, dunia itu tak seburuk pikiranmu!

Jangan sampai stereotip bikin kamu mundur untuk #SpeakUpYourLove (Foto: dok. Close Up)

Mending pas ngumpul sama temen ngomongin hal yang berbobot deh – Photo by mentatdgt via www.pexels.com

Pernahkah kamu merasa bahwa dunia ini sangat buruk? Saat punya waktu luang, entah pas lagi di jalan atau sebelum tidur, terkadang kita justru memanfaatkan waktu tersebut untuk berpikir yang tidak-tidak. Mulai dari kita yang merasa kurang cantik atau ganteng sampai terpikir apakah kita sebenarnya pantas menjalin hubungan dengan si pacar karena kondisi kita begini dan dia begitu.

Hidup tanpa ada embel-embel stereotip itu indah. Udah ya, kamu nggak perlu maju mundur lagi karena mikir yang nggak-nggak. Apalagi kebiasaan stereotip ini bikin nyali kamu jadi ciut untuk mencintai orang yang kamu sayang. Pikiran apakah kamu pantas melanjutkan hubungan dengannya pun memenuhi benakmu. Hayo, jangan biarkan rasa nggak percaya diri menghalangi kamu untuk makin mencintai pasangan.

Stop menilai orang berdasarkan persepsi! – Photo by Ben White via unsplash.com