Football early_Buy lottery tickets online_Baccarat Master

  • 时间:
  • 浏览:0

Abetvicorkbetvicoru betvicormasih ingin kembali kemasa itu, masih ingin mengenang setiap detik kenangan itu, apakah itu mungkin?

Dan kita adalah sama..aku dan kamu, pertemuan yang selalu berakhir dengan perpisahan, mencintai tanpa dicintai lagi, ditinggalkan tanpa merasa ditinggalkan, menyayangi tanpa di sayangi lagi, begitukah kita?

Perpisahan baik-baik hanya lah kata-kata munafik semua orang, tak ada perpisahan yang baik-baik, jika memang baik-baik saja mengapa harus berpisah?, begitu juga dengan kita, perpisahan kita tak pernah baik-baik, ada guratan luka yang kau lukis kan, ada lukisan menakutkan yang kau buat, dan ada lukisan menyakitkan yang kau buat sebelum kau pergi, jika biasanya kau melukis dengan kuas dan di atas kanvas, sebelum kau pergi kau melukis dengan pisau tajam di dinding hati ku, yang membuat lukisan luka yang teramat sakit, dan tidak kah kau tau, aku belum pernah merasakan sakit seperti itu, dan bodohnya aku, setelah itu pun aku tak bisa membuang kenangan bersama mu.

Sebelum perpisahan menjadi ujung dari perjalan kita banyak sekali kenangan yang telah kau lukis di setiap kanvas hati ku, entah itu lukisan indah pemandangan, lukisan abstrak atau hanya coret-coret ketika kau malas untuk memainkan kuas mu di atas kanvas itu.

Enam ratus hari lebih setelah kamu pergi, luka ku perlahan sembuh tapi aku sadar luka ku sembuh bukan karena aku mencoba melupakan mu, atau karena seseorang yang baru yang datang di hidup ku, aku sadar luka itu sembuh dengan sendirinya karena aku masih mencintai mu, dan meski kita tak bersama aku akan tetap mencintai mu, dan mungkin aku akan masih mencintai mu sampai seseorang datang dan berhasil membuang segala kenangan bersama mu, dan hati ku menerima dengan senyuman..

Kamu, pelukis handal yang sudah melukiskan setiap kenangan itu sudah pergi, berjalan berhadapan punggung dengan wanita pemilik kanvas itu, yang mungkin sudah menemukan pemilik kanvas baru yang akan kau coret-coret lagi, atau mungkin kau akan membuat lukisan yang lebih indah dari itu.

Dan, mencintai dalam diam adalah mencintai yang sebenar-benarnya…

Pertemuan dan perpisahan seperti dua sisi mata uang yang tak akan bisa dipisahkan, selalu mengikuti kemana pergi,setelah pertemuan, entah akan bersembunyi di lubang semut atau mencoba berlari sekuat tenaga mencoba menghindari perpisahan akan tetap ada, akan selalu ada jalan untuk setiap kejadian itu, entah karena keegoisan karena sama-sama haus ditengah gurun pasir untuk memperebutkan seteguk air, atau karena salah satu harus pergi tidur untuk selamanya, atau mungkin karena perbedaan simpang yang akan ditempuh ditengah perjalanan, atau bisa jadi karena kerikil-kerikil tajam yang tak bisa lagi di injak bersama, banyak atau, atau, dan atau lainnya, kisah manusia tak selalu sama.

Kenangan itu tak pernah hilang sampai detik ini, bahkan aku tak pernah mencoba untuk membuang kenangan itu, entah itu bahagia atau menyakitkan aku hanya ingin lukisan itu tetap tergantung rapi dihati ku, aku tak ingin mengusiknya, sedikitpun aku tak ingin..

Dari setiap lukisan yang telah kau buat, aku menyadari kau lelaki pertama yang mengajarkan aku untuk mencintai dengan sebenarnya, mencintai dengan utuh, mencintai dengan apa adanya kamu dan mencintai dengan segala kekurangan mu.